Aku mulai jenuh menghadapi yang ada di depan mata, tapi bukankah jika itu terjadi berarti adalah kesalahanku sendiri. Aku yang memilih dan menentukan. Aku lebih memilih jalan yang rumit. Yang dirasakan adalah kesendirian. Tangis pun tertahan begitu dalam. Bagaimana ini ? Apa menyerah saja ? Tapi sudah terlalu jauh aku melangkah hingga sampai dititik ini. Akan lebih sia-sia waktu dan kebahagiaan serta kebebasan yang telah aku relakan.
Ya Rabb.. sulit berkata bagaimana perasaan ini yang sebenarnya.
---------------------------------------------
Berharap hujan datang lagi.
Tutupi kesedihanku dalam kepanikan itu.
Ahhh Tuhanku...
Pasrahku ditanganmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar