Bingung Harus Melangkah

Hari ini aku puasa Rajab yang ke-4. Puasa itu sudah aku mulai sejak 20 April 2015 (Senin). jadi sudah 4 hari.
Di setiap puasaku aku selalu berharap dengan ini hidupku akan lebih baik dan tertata.
Ya Allah, aku bingung membuat keputusan. Hubungan asmaraku tidak jelas arahnya.
Dan aku tidak tau apakah aku harus senang atau sedih.

Dulu, bagiku Pacaran adalah keputusan yang salah. aku tidak menyalahkan pasanganku, tapi aku menyalahkan keputusanku untuk "Pacaran".
Karena pacaran aku jadi sering murung, tidak bebas, ada tekanan dan batasan-batasan.
Itu namanya pacaran. Tapi aku tidak menyesal mengenal Pasanganku. Karena Dia juga memberi cerita baru dalam hidupku.

Sejak aku SD sampai SMA, aku sudah memutuskan tidak mau menjalin suatu hubungan yang namanya pacaran.

Tapi mungkin karena sesuatu yang sudah kutahan lama itu malah membuatku ingin tau bagaimana indahnya cinta dari lawan jenisku.

Ya Allah, sekali lagi aku serahkan segala keputusanku kepada-Mu.
Karena aku tidak tau apa yang harus aku lakukan.

Aku terpikir untuk melanjutkan pendidikanku ke Universitas. Tapi lagi-lagi aku bingung, aku harus ambil jurusan apa, dan bagaimana dengan kebutuhanku selama kuliah. Uang pendaftaran dan semua biaya-biaya yang harus keluar untuk membiayai kuliahku.

Disini aku hanya numpang tinggal di rumah kakakku yang sudah berkeluarga dan dia memiliki 3 orang anak, bahkan yang paling besar sudah mau masuk SMA.

Aku tidak mungkin meminta bantuan dia atau yang lain. Semua sudah berkeluarga.

Oh Tuhanku, bagaimana aku harus melangkah. Ma'e, maafke anakmu iki, baktiku nyang ma'e ora tau nyenengke. Pa'e,maafke anakmu iki. Pa'e sakit santi mboten enten. Mung pirang menit Pa'e isih nyang donya santi nembe teko. Ngapurane Ma'e kalih Pa'e nggih.

Ya Allah, bantu aku dalam melangkah kedalam kebaikan takdirmu yang indah. Banggakan aku dimata kedua orang tuaku.

Aku harus hidup dengan baik agar Ma'e tenang di hari tua mereka. Dan agar Pa'e Tenang di sisi Yang Maha Kuasa.

Santi sayang Ma'e kalih Pa'e. Pandongane jaya putrimu iki Mak,Pak.

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar